Selasa, 10 Mei 2011

Heboh, Intelejen Amerika Tak Bisa Pecahkan Kode Rahasia Indonesia



Wikileaks, web yang tahun lalu menyebar sensasi dengan menguak dokumen rahasia Amerika. Meski masalah ini dianggap sudah selesai, namun masih ada satu "misteri" yang belum terpecahkan, ternyata intelejen Amerika yang sedemikian canggih tak bisa memecahkan kode sandi dari Indonesia?
Menurut dokumen-dokumen rahasia yang didapat oleh Wikileaks, badan inteligen Amerika Serikat, CIA, dan badan keamanan nasional Amerika Serikat, NSA, menangkap pesan-pesan singkat (SMS) dari dan ke Indonesia. Pesan-pesan tersebut mempunyai traffic yang cukup besar.

Pesan-pesan ini membuat mereka curiga karena semua pesan singkat tersebut penuh dengan sandi yang berisi kode angka, huruf dan simbol. Sekilas kode-kode ini terlihat sederhana. Namun, para ahli kriptografi (ahli sandi) berpendapat sandi ini lebih kompleks dari yang terlihat. Kalimat-kalimatnya pendek, dan kata-katanya jauh lebih singkat dari kata-kata normal dalam bahasa Indonesia. Selain itu, tampaknya ada sebagian kata yang merupakan gabungan dari beberapa kata tetapi punya arti lain (portmanteaux). Bahasa yang digunakan sepertinya juga bukan bahasa Indonesia standar, atau mungkin bahkan bahasa daerah. Ini sama saja seperti penggunaan bahasa Navajo dalam Perang Dunia II untuk komunikasi, namun pesannya ditulis dengan mesin Enigma (alat sandi yang digunakan Nazi Jerman waktu perang dunia kedua); walaupun kodenya terpecahkan, bahasa yang digunakan belum tentu dapat dimengerti.

Bahasa Navajo

Bahasa Navajo atau bahasa Navaho (Diné bizaad) adalah sebuah bahasa pribumi di Amerika bagian utara dan tepatnya di sebelah barat daya Amerika Serikat. Bahasa ini terutama dipertuturkan oleh suku bangsa Navajo dan jumlah penutur bahasa ini kurang lebih adalah 175.000 jiwa. Bahasa Navajo termasuk rumpun bahasa Na-Dene. bahasa Navajo adalah bahasa yang dipakai sebagai sandi yang tak terpecahkan di perang dunia kedua.
Kembali ke Sandi dari Indonesia ini
Seorang agen yang menyelidiki pesan-pesan ini menyatakan: “Pesan berisi kode yang kirimkan lewat jalur terbuka seperti layanan SMS membuktikan orang yang mengirim yakin bahwa kodenya tidak mudah untuk dipecahkan, setidaknya sampai informasi yang dikode sudah tidak valid lagi. Kode ini harus dipecahkan secepatnya karena bisa mengancam keamanan nasional”. Pernyataan ini berada dalam sebuah laporan di dalam salah satu dokumen yang didapat oleh Wikileaks.

Berikut contoh pesan yang didapat oleh Wikileaks:

“q g mu km pg d4rQ,muv k4n k3slh4n q.i luph u B3bh.”
"saiiang,kammuh lagi di manna seehhh ?"
"peyut mbulesshh,my mumM lagi suuping ke moool,mo makan apa yuuuaahahh? "


Hahahahahahah, sangat mengejutkan!

Jumat, 06 Mei 2011

SBY Singgung Perang Libya, Thailand-Kamboja Tidak

"Semua upaya sudah kita gariskan dalam Cetak Biru Komunitas Politik Keamanan ASEAN."



Association of South East Asia Nations (ASEAN) diciptakan untuk menciptakan perdamaian di dunia. Untuk itu, ASEAN harus terlebih dahulu menciptakan kondisi yang kondusif di kawasan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pidato pembukaan KTT ASEAN, Sabtu, 7 Mei 2011, mengatakan bahwa integrasi dan kerjasama kawasan di Asia Tenggara akan menghasilkan konsensus yang diharapkan dapat menciptakan stabilitas.

"Kita menyadari, bahwa untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Timur, ASEAN harus terlebih dahulu mampu menjamin perdamaian di kawasannya sendiri," ujar SBY.

SBY menyebutkan beberapa konflik yang tengah terjadi di dunia, diantaranya adalah gejolak di Timur Tengah. Namun, konflik negara anggota ASEAN yang kini tengah terjadi, yaitu konflik perbatasan Kamboja dan Thailand, tidak disebutkan.

"Konflik di Libya, belum mereda. Pergolakan politik di Timur Tengah masih terus berlangsung, disertai dengan meluasnya kekerasan. Di perairan internasional, pembajakan dan perompakan di laut semakin rawan. Dan kita juga dihadapkan pada sindikat kejahatan dan terorisme internasional," ujar SBY.

Masalah lain yang mengancam keamanan dunia adalah adanya migrasi penduduk besar-besaran. Terutama lagi masalah imigran yang tidak teratur dan tidak sesuai dengan hukum masuk suatu negara.

"Hal ini menyebabkan berbagai masalah politik, sosial, dan keamanan, tidak hanya di negara tujuan, countries of destination, tetapi juga di negara yang mereka lalui, transit countries," jelas SBY.

SBY mengatakan bahwa ASEAN berkewajiban untuk merespon konflik yang dapat mempengaruhi citra ASEAN dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan ini.Jika terjadi konflik, lanjutnya lagi, ASEAN harus mampu memfasilitasi forum diplomatik dan dialog terbuka.

"Semua upaya itu, sudah kita gariskan dalam Cetak Biru Komunitas Politik Keamanan ASEAN. Kewajiban kita tinggalah melaksanakan komitmen dan kesepakatan bersama tersebut," tegasnya.

10 Lompatan Terhebat yang Pernah Ada

Keren?

Sumber : KASKUS

Kamis, 05 Mei 2011

Justin Bieber Dimarahi Pramugari Maskapai Australia


Penyanyi pop berusia 17 tahun, Justin Bieber dilaporkan bertindak seperti anak-anak di pesawat. Perilakunya itu pun memicu emosi seorang pramugari hingga Bieber dimarahi dan diminta kembali ke tempat duduknya.

Seperti dikutip dari MSNBC, Senin (2/5), Justin Bieber dimarahi oleh seorang pramugari Qantas Airlines pada Minggu (1/5). Kemarahan itu disebakan Bieber selalu keluar dari kursinya, padahal pesawat sudah berada di landasan pacu dan bersiap tinggal landas.

Menurut laporan, Bieber dan pengawalnya meninggalkan kursi mereka di kelas bisnis untuk mengobrol dengan anggota rombongan lainnya dalam penerbangan dari Sydney ke Melbourne. Tanda sabuk pengaman pun telah dinyalakan pada saat itu. Awak kabin pun memerintahkan kedua orang itu agar kembali ke tempat duduk.

Namun seorang pramugari lalu memarahi Bieber dengan mengatakan bahwa perilakunya itu menyebabkan risiko keamanan dan ia telah bertindak seperti anak kecil sehingga itulah perlakuan yang pantas diterapkan untuknya. Bieber sedang menuju Melbourne untuk melanjutkan tur yang bertajuk My Worlds.

Bunuh Osama, Obama Dilaporkan ke Polisi

 
 
Di saat warga Amerika Serikat memuji keberhasilan Presiden Barack Obama menumpas gembong teroris yang paling dicari, Osama Bin Laden, aksi dua pria Belanda ini justru sebaliknya.

Mereka, Ruud Snoeren dan Terry Flohr justru melaporkan Obama ke kantor polisi setempat. Tuduhannya: membunuh Osama. Obama dituduh melakukan kejahatan dengan cara memerintahkan pasukan khusus AS menggempur persembunyian Osama.

"Kami sangat marah," kata, Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara, seperti dimuat Telegraph, 5 Mei 2011. "Ada seorang pembunuh yang telah mengakui perbuatannya di televisi. Ia juga membuang bukti ke laut. Dan seluruh dunia merayakan."

Aksi melaporkan Obama, tambah dia, bukan berarti membela Osama bin Laden atau mendukung teroris. Namun, menurut mereka, bos Al Qaeda itu semestinya ditangkap dan diadili atas kejahatannya.

Bagaimana tanggapan polisi? Kepolisian Kota Tilburg, Belanda menolak kasus ini. Meski mencatatnya dalam register, polisi mengatakan pada pelapor ini di luar kewenangan mereka. "Ini bukan berarti kami tak menganggap kasus ini serius, tapi ini bukan kasus yang sesuai untuk polisi Tilburg," kata juru bicara kepolisian.

Dua pelapor lantas dianjurkan untuk mengajukan laporan ke pengadilan kejahatan perang internasional yang berbasis di Den Haag. "Kami akan mempertimbangkan hal itu," kata Flohr, 29, seorang mahasiswa.
Osama tewas dalam penyerbuan pasukan US Navy SEAL di Pakistan Senin 2 Mei 2011. Beberapa kaki tangannya juga ikut tewas. Presiden AS, Barack Obama memutuskan, tak akan merilis foto Osama kala tewas, sesuai tuntutan sejumlah pihak. Itu agar tak jadi bahan propaganda. Juga, tak ada nisan yang menandai makam Osama. Jasadnya tak dikubur, namun dicemplungkan ke sebuah titik di Laut Arab.

Minggu, 01 Mei 2011

Media Salah Ketik, Nama Osama Menjadi Obama

   
Osama dan Obama memang sangat mirip, hanya beda satu abjad. Wajar bila mengucapkan atau menuliskannya sering keseleo. Kemiripan ini membuat sejumlah media massa yang buru-buru mengabarkan berita akbar ini salah tulis. Maksud hati Osama is dead, namun yang tertulis justru Obama is dead!

Kabar tewasnya Osama beredar cepat di situs berita sejumlah media massa AS, Senin (2/5/2011)lalu disambung sejumlah stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan breaking news.

Kesalahan pengetikan ini terjadi di televisi AS Fox News. Saat penyiar membacakan berita tewasnya Osama, di layar justru tertulis "Obama Bin Laden Dead". Foto yang sempat diambil sejumlah pemirsa itu pun beredar di twitter dan menjadi olok-olok. Hingga kemudian tulisan itu diralat menjadi tulisan yang benar yakni "Osama Bin Laden Dead".

Kecelakaan sebut karena buru-buru mengabarkan juga dilakukan oleh koresponsen MSNBC Norah O'Donnel. Dia menulis di Twitter bahwa "Obama" telah terbunuh.

Rupanya hal ini bukan saja terjadi di media AS, di Indonesia pun demikian. Sebuah televisi nasional menyelenggarakan siaran breaking news saat kabar Osama tewas. Namun kesalahan penulisan terjadi. Di layar tertulis "AS Pastikan Obama Tewas". Sempat bertahan beberapa saat, redaksi televisi tersebut segera mengganti kesalahan ketik tersebut.

Ketika Obama Mencela Donald Trump



Setelah beberapa pekan menjadi 'bulan-bulanan' miliarder Donald Trump, Presiden Amerika Serikat Barack Obama berhasil membalas dendam. Dalam sebuah acara makan malam tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Wartawan Gedung Putih, Obama melontarkan sejumlah celaan ke Donald Trump yang juga hadir di acara itu.

Seperti dikutip dari Associated Press, dengan bercanda, Obama menyebut Donald Trump bisa membuat perubahan di Gedung Putih. Dari sebuah simbol kenegaraan, Trump bisa mengubah Gedung Putih menjadi kasino dengan kolam air mancur di tamannya.

Obama pun heran dengan Trump yang sangat serius mempertanyakan soal sertifikat kelahiran Obama. "Tidak ada yang melebihi kebanggaan Donald Trump soal kelahirannya," ucap Obama.

Setelah menunjukkan sertifikat kelahirannya, Obama pun berharap Trump bisa sedikit lega. Dengan mengolok, Obama mengatakan, dengan demikian Trump bisa fokus untuk memecahkan pertanyaan lain.

"Apa benar pemerintah merekayasa pendaratan di bulan? Apa yang sebenarnya terjadi di Roswell (yang dikabarkan tempat jatuhnya Alien?). Dan di mana sebenarnya Biggie dan Tupac (dua rapper yang telah meninggal) berada sekarang?" ucap Obama yang disambut tawa riuh peserta yang hadir di acara itu.

Obama bahkan menyindir aksi Trump di reality show "Celebrity Apprentice". Trump di salah satu episode itu memperlihatkan bakat kepemimpinannya. "Dengan memecat Gary Buset, sehingga dia (Trump) bisa fokus dengan konspirasi teori lain," ujar Obama.

Awalnya, Donald Trump bisa sedikit menanggapi celaan Obama dengan senyuman. Namun, senyum itu hilang setelah komedian Seth Meyers, yang bicara di podium setelah Obama turun, ikut mengejek Trump.

"Donald Trump sering bicara akan mencalonkan diri menjadi presiden sebagai calon dari Partai Republik, yang tentunya mengejutkan. Tapi, saya berasumsi kalau itu hanya lelucon," ucap Seth Meyers, yang juga pengisi acara Saturday Night Live ini.